Category: Inspiration


BERAPA HARGA ANDA???


Sahabat semua, Kalau ada seseorang yang bertanya kepada Anda “Berapa harga Anda???” Maka apa yang akan Anda katakan? Apakah Anda akan bingung menjawab pertanyaan tadi, atau Anda hanya akan melongo seperti orang bego? Hehe.. Sahabat semua harga Anda ditentukan oleh beberapa hal. Yang pertama adalah Dimana tempat Anda berada sekarang. Mungkin Anda bertanya, “Mengapa tempat saya berada sekarang mempengaruhi Harga saya?” Saya akan memberikan gambaran tentang Kisah sebotol Aqua. Ya, pastinya sahabat-sahabat semua sudah mengenal baik bukan air minum merk Aqua?

Ternyata setiap harinya botol Aqua diproduksi dari pabrik yang sama, dengan proses yang sama, isi yang sama, dan juga botol yang sama. Dan dari botol – botol itu pun diantarkan dan didistribusikan menggunakan truk yang sama. Di pemberhentian pertama, botol Aqua tersebut diturunkan di sebuah warung dan akhirnya botol Aqua tersebut dipajang untuk dijual di warung tersebut dan diberikan harga Rp 2000/ botolnya. Lalu botol Aqua yang lain di pemberhentian berikutnya diturunkan di sebuah restoran cepat saji dan dijual dengan harga Rp 5000/ botolnya. Dan di pemberhentian yang lain, botol Aqua tersebut diturunkan di sebuah Restoran Hotel Bintang 5 dan dihargai dengan harga Rp 15.000/ botol. Pertanyaannya adalah “Mengapa harga botol Aqua tersebut bisa berbeda, padahal merknya sama, isinya sama, botolnya juga sama?” Ya, yang menjadikan harganya bisa berbeda karena tempat menjualnya yang berbeda. Oleh karena itu, Harga Anda berbanding dengan tempat dimana Anda berada sekarang. Maka kalau Anda ingin dibayar dengan harga tinggi, maka segeralah cari lingkungan yang membuat diri Anda semakin bernilai.

Yang kedua, yang menentukan Harga Anda adalah Siapa Rekan-rekan Anda sekarang? Kalau saat ini Anda memiliki rekan-rekan seorang pecandu narkoba, preman pasar, orang yang kerjanya luntang-lantung (baca: pengangguran), orang yang setiap harinya galau dan hanya bisa mengeluh maka Harga Anda pun tidak akan jauh dengan mereka. Namun apabila rekan-rekan Anda adalah seorang Pengusaha sukses, Motivator, Manajer, Direktur, Ustad, pejabat dan orang-orang sukses lainnya, maka orang lainpun akan menghargai Anda tinggi. Maka mari kita tengok siapa sahabat dan rekan-rekan kita saat ini??? Lebih banyak rekan orang suksesnya atau justru yang sebaliknya? Kalau Anda merasa rekan-rekan Anda lebih banyak orang suksesnya, maka selamat. Anda berhak menaikkan tarif Harga Anda..

Yang ketiga, yang menentukan Harga Anda adalah seberapa besar kontribusi dan manfaat yang Anda berikan kepada orang lain. Semakin Anda memiliki kontribusi bagi orang lain, maka diri Anda akan semakin bernilai. Dan orang yang memiliki nilai dan manfaat sudah pasti mereka memiliki Harga yang tinggi. Lihat saja Bill Gates yang memiliki Microsoft. Zaman teknologi sekarang siapa yang tidak membutuhkan teknologi komputer? Karna Bill Gates melahirkan karya yang memiliki kontribusi besar terhadap orang lain, maka tak heran Bill Gates saat ini menjadi orang paling terkaya di dunia karena di dibayar dengan harga yang sangat tinggi atas kontribusi dan karyanya. Atau coba kita tengok seorang motivator luar biasa Pak Mario Teguh. Siapa yang tak kenal motivator yang satu ini? Pak Mario Teguh memiliki nilai yang Luar Biasa karna manfaat yang dia berikan kepada orang lain melalui motivasi dan inspirasinya, sudah ratusan ribu bahkan jutaan orang yang terinspirasi dan berubah kualitas hidupnya menjadi lebih baik karena motivasi yang beliau sampaikan. Maka tak heran harga seorang Mario Teguh adalah 8000 USD / jamnya. Wow Harga yang sangat fantastis bukan??? Jadi itulah harga yang harus dibayar kalau Anda ingin mengundang Mario Teguh untuk berbicara selama 1 jamnya. Maka diingat ya poin yang ketiga ini, kalau Anda ingin dibayar dengan harga yang tinggi, maka perbesar kualitas diri Anda, perbesar kontribusi Anda terhadap orang lain dan teruslah berkarya.

Selamat Berjuang memantaskan diri. Karena diri Anda sangat berharga dan pantas dibayar tinggi!!!

Ari Hadipurnama (Mind Inspirator)
Founder, Director & Master Trainer De’Miracle 37
@arihadipurnama

Iklan

KETIKA IMPIAN DIRAMPOK

Salam Keajaiban!!!

Sahabat siapa dari Anda yang memiliki impian angkat tangannya dan katakan saya!!!

Siapa dari Anda yang ingin merealisasikan impiannya menjadi kenyataan angkat tangannya dan katakan saya!!!

Siapa yang ingin kedua – duanya???

Baiklah sahabat, saya yakin Anda semua memiliki impian yang mulia dan ingin segera merealisasikannya menjadi kenyataan. Betul apa betul?

Tapi pertanyaannya sudah berapa lama Anda memiliki impian tersebut? Dan mengapa impian Anda tidak menjadi kenyataan?

Saya akan memberikan jawabannya dengan menceritakan kepada Anda sebuah cerita.

Pada suatu hari sepasang suami istri yang baru saja menikah hendak membeli sebuah kamar apartemen untuk tempat tinggal mereka. Akhirnya mereka mencari sebuah apartemen mewah di kotanya, dan mereka memutuskan untuk membeli kamar apartemen mereka di lantai 70, lantai tertinggi di gedung apartemen tersebut dengan pertimbangan mereka akan bisa melihat indahnya pemandangan kota mereka dari lantai paling tinggi tersebut.

Setelah proses transaksi dan administrasi selesai, resmilah kamar di lantai 70 milik mereka. Akhirnya mereka memutuskan untuk melihat ruangan di lantai 70 milik mereka dengan menggunakan lift, namun apa yang terjadi??? Ternyata liftnya sedang proses perbaikan sehingga untuk sementara tidak bisa digunakan. Namun karena rasa euforia dan semangat untuk melihat kamar apartemen baru milik mereka, pasangan tersebut memutuskan untuk menaiki tangga.

Akhirnya mereka sampai di lantai 20 dengan kondisi letih dan nafas terengah- engah. Mereka memutuskan untuk beristirahat dulu di lantai tersebut, dan meletakkan tas dan barang bawaan mereka di lantai tersebut agar memperingan langkah mereka untuk naik ke lantai berikutnya.

Mereka meneruskan langkah mereka untuk mencapai lantai 70. Dan mereka akhirnya sampai di lantai 40 dengan sangat bersusah payah, dan mereka baru menyadari bahwa keputusan untuk naik ke lantai 70 dengan menggunakan tangga adalah sebuah keputusan yang bodoh dan tidak masuk akal, sehingga pasangan tersebut saling berseteru dan saling menyalahkan satu sama lain.

Namun karena merasa sudah kepalang tanggung, akhirnya mereka tetap memutuskan untuk naik ke lantai 70 dengan perasaan jengkel antara satu sama lain. Akhirnya dengan upaya yang sangat-sangat susah payah mereka tiba di lantai 60 dalam kondisi yang sangat letih dan tenaga sudah terkuras habis. Namun pasangan tersebut hanya terdiam saja tidak lagi saling menegur, merasa menyesal, mereka menyesali keputusan mereka diawal untuk naik tangga. Namun karena sudah kepalang tanggung, dengan tenaga yang tersisa mereka naik lagi menuju lantai 70.

Akhirnya dengan tenaga yang sudah tak bersisa, pasangan tersebut sampai juga di lantai 70.  Mereka hanya saling memandang pasrah dan tersenyum lesu ketika akhirnya sampai di depan pintu kamar apartemen mereka. Namun ketika mereka baru mau mencari kunci pintu kamar apartemen, pasangan tersebut baru tersadar dan teringat bahwa mereka telah meninggalkan kunci kamar mereka bersama tas dan barang bawaan mereka di lantai 20.

Akhir yang menyedihkan…

Sahabat semua, hikmah apa yang bisa Anda petik dari cerita tersebut?

Cerita tersebut seperti ilustrasi kehidupan manusia kebanyakan, dimana ketika kita kecil hingga remaja kita memiliki impian yang besar, namun ketika usia kita sudah mencapai 20 tahun kita terbentur dengan keadaan dan tuntutan dari orang lain yang memaksa dan merampok impian kita, dan memaksakan diri kita untuk melakukan sesuatu yang bukanlah impian kita yang sebenarnya. Sehingga akhirnya kita lebih memilih untuk melepaskan impian kita dan memilih menjadi orang rata-rata yang biasa-biasa saja seperti kebanyakan orang yang lain.

Namun pada usia 40 tahun, akhirnya Anda menyesali keputusan yang telah Anda ambil. Dan Anda mulai menyalahkan orang lain, menyalahkan siapa saja yang membuat Anda memilih pilihan tersebut dan melepaskan impian Anda yang sebenarnya. Mungkin Anda menyalahkan orang tua Anda, pasangan Anda, sahabat Anda, saudara, atau anak Anda karena keputusan yang Anda ambil di masa lalu.

Namun waktu tidak dapat dihentikan, sampai akhirnya usia Anda mencapai 60 tahun dan yang bisa Anda lakukan hanyalah berdiam diri sambil menyesali kehidupan dan keputusan Anda, dan berandai seandainya dahulu Anda tidak melepas impian Anda dan tetap mengejarnya, mungkin kehidupan Anda tidak seperti yang sekarang Anda alami.

Dan ketika usia mencapai 70 tahun Anda hanya bisa pasrah menunggu tutup usia, sambil menyesali kehidupan Anda yang bukanlah menjadi siapa-siapa dan tidak ada pencapaian prestasi yang Anda toreh karena Anda memilih hidup menjadi orang biasa-biasa saja dan matipun sebagai orang biasa-biasa saja dengan melepaskan impian Anda di masa lalu.

Ahh… Sungguh terlalu apabila kita memilih menjadi orang yang biasa-biasa saja, kalau kita bisa memilih menjadi Orang yang Luarr Biasa.

Sahabat semua, memiliki Impian sangatlah penting. Namun yang lebih terpenting lagi adalah menjaga impian kita dan memperjuangkannya sehingga menjadi kenyataan.

 

 

Selesaikanlah apa yang sudah Anda mulai. Jangan pernah Anda lepas impian Anda, teruslah berjuang dan jangan menyerah terhadap orang-orang yang akan mencoba menghentikan dan merampok impian Anda.

 

 

Hingga sampai tiba saatnya ketika Anda berkata “Terima kasih Ya Allah karena Engkau telah menjadikanku seorang Pemenang yang dapat meraih semua impianku”

 

 

Hal ini akan kita kupas dan bahas lebih lengkap dalam buku saya yang Insya Allah akan terbit bulan Desember tahun ini yaitu “10 Inspirasi Meraih Keajaiban Dalam 30 Hari”. Pastinya sahabat semakin tidak sabar dan semakin penasaran untuk membeli dan membaca buku saya. Tunggu saja tanggal mainnya. 🙂

Selamat berjuang Meraih Impian para Pemenang, karena tidak ada kata istirahat bagi seorang Pemenang, dan Pemenanglah yang akan mendapatkan Keajaiban!!!

Bekasi, 02 November 2011

Ari Hadipurnama “Mind Inspirator”

Master Trainer De’Miracle37

Blog : arihadipurnama.wordpress.com

twitter : @Arihadipurnama

AKU ORANG PALING BERUNTUNG

Pernahkah kita berkata kepada diri sendiri bahwa “Betapa tidak beruntungnya diri saya” atau “Beruntung sekali menjadi orang itu” atau kita pernah berpikir “Sungguh beruntungnya seandainya saya menjadi dia”. Mungkin seringkali atau pernah terbesit dalam pikiran kita (Self talk) kalimat-kalimat seperti barusan. Dimana kita seringkali berpikir bahwa betapa tidak beruntungnya diri kita, dan orang lain selalu terlihat lebih beruntung daripada diri kita sendiri, sampai akhirnya muncul peribahasa “Rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau”.  Bahkan mungkin kita pernah berpikir untuk menukar posisi diri kita dengan orang lain yang menurut kita lebih beruntung. Sampai kita berdoa kepada Tuhan “Wahai Tuhan, Aku rela melakukan apa saja asalkan saya bisa menukar posisi diri saya dengan orang tersebut”. Apakah Anda pernah berpikir seperti itu???

Lalu pertanyaannya benarkah demikian???

Mungkin kita pernah berpikir, “Beruntung sekali si Fulan itu, dia punya wajah yang tampan, punya harta yang banyak, rumahnya megah, mobilnya banyak, fasilitas apapun tersedia, istrinya banyak pula. Seandainya saya menjadi dia pasti saya menjadi orang paling beruntung di dunia.

Namun apakah Fulan memiliki perasaan yang sama seperti apa yang kita pikirkan???

Bisa jadi Fulan memiliki perasaan yang sama terhadap diri kita, “Betapa beruntung si Joko (anggaplah nama kita Joko), walaupun hidupnya pas-pasan dia memiliki istri yang sangat sholehah dan taat kepada suaminya, dia juga punya anak-anak yang lucu dan sangat berbakti kepada orang tuanya, juga memiliki keluarga yang sangat harmonis dan saling menyayangi. Sedangkan saya punya banyak harta, namun saya tidak pernah merasakan arti kasih sayang. Sungguh beruntung si Joko itu.

Ternyata apa yang kita pikirkan terhadap orang lain yang menurut kita jauh lebih beruntung, bisa jadi orang lain tersebut berpikiran bahwa diri kitalah yang jauh lebih beruntung dari dirinya.

Bisa jadi selama ini kita kurang bersyukur atas nikmat yang telah Tuhan berikan kepada diri kita. Dan kita seringkali tidak berlaku adil terhadap diri kita sendiri. Kenapa? Karena kita seringkali membandingkan kelemahan diri kita dengan kelebihan orang lain. Contohnya, mungkin ada dari Anda yang pernah mengeluh. “Aduh, kok hidung saya pesek ya. Saya jadi kelihatan jelek. Tidak seperti si Fulan yang hidungnya mancung dan ganteng seperti artis Bolywood di TV. Atau Anda mungkin pernah mengeluh, “Aduh kenapa sih kulit saya hitam seperti ini, saya jadi terlihat tidak cantik. Beruntung sekali si Bunga, kulitnya putih dan terlihat sangat cantik seperti bintang film di TV.”

Lalu apa yang terjadi apabila kita selalu membandingkan kelemahan diri kita dengan kelebihan orang lain? Mungkin itulah sebabnya yang membuat diri kita jarang bersyukur atas apa yang sudah kita miliki. Kita selalu merasa kekurangan dalam hidup, stress, kita selalu merasa orang lain lebih beruntung, dan diri kita hanyalah kebagian yang ‘Sial’ saja. Sehingga akhirnya kita menghakimi bahwa Tuhan tidak adil kepada diri kita.

Lalu bagaimana kita bersikap seharusnya???

Tentunya Tuhan adalah Pencipta yang paling sempurna dan paling Adil. Karena Tuhan selalu menciptakan setiap manusia dikaruniai satu paket, yaitu kelebihan dan kekurangan. Tidak ada seorangpun manusia yang diciptakan hanya dikaruniai dengan kelebihan tanpa memiliki kekurangan, begitupun sebaliknya.

Jadi, bukan Tuhan yang tidak Adil, tetapi diri kita sendirilah yang tidak Adil. Seharusnya kita membandingkan kelebihan orang lain dengan kelebihan diri kita, begitupun ketika kita membandingkan kelemahan diri kita, maka bandingkanlah dengan kelemahan juga. Maka kita sudah berlaku adil terhadap diri kita sendiri. Dan hal tersebut akan menjadikan diri kita pribadi yang jauh lebih bersyukur.

Betapa nikmat hidup ini ketika kita selalu menyikapinya dengan penuh rasa syukur karena kita berbuat adil terhadap diri kita sendiri. Ketika kita bersyukur, maka hidup ini akan selalu penuh rasa kecukupan dan berkelimpahan. Kita tidak akan terlalu peduli lagi dengan kekurangan diri kita, tetapi kita akan lebih fokus kepada kelebihan kita.  “Alhamdulillah, walaupun si Fulan lebih tampan dari saya, namun saya bersyukur karena saya lebih pandai dari si Fulan.”

“Alhamdulillah, walaupun dia lebih kaya secara harta daripada saya, namun saya masih lebih kaya secara hati karena masih banyak orang-orang yang menyayangi saya.”

Orang yang bersyukur akan selalu merasakan dirinya berkecukupan dan berkelimpahan, karena orang yang bersyukur selalu berfokus kepada kelebihan yang dia miliki. Bukan meratapi apalagi menyesali pada apa yang tidak dimiliki.

Namun sekali lagi, Hidup adalah Pilihan. Anda bisa  memilih menjadi pribadi yang bersyukur ataupun tidak. Namun yang pasti Tuhan telah berjanji dalam firman-Nya. Bahwa barasiapa yang bersyukur kepadaKu maka akan kutambahkan Nikmatnya, namun barangsiapa yang Kufur,maka sesungguhnya azabku sangat pedih.

Yuk sahabat,kita sama-sama belajar menjadi pribadi yang bersyukur. Dan mari kita sama-sama teriakkan pada dunia  “TERIMA KASIH YA ALLAH, KARENA SAYA ADALAH ORANG PALING BERUNTUNG DI DUNIA”

Bekasi,17 September 2011

Ari Hadipurnama “Mind Inspirator”

Master Trainer De’Miracle37

JANGAN PERNAH BILANG PERMISI

Salam Inspirasi!!!

“Anda bisa menunda untuk berubah karena banyaknya urusan. Tapi hidup tidak pernah menunda urusannya untuk menunggu Anda berubah” Anonim

 

Teringat akan sebuah pengalaman yang membuat saya masuk dalam kondisi trance sesaat ketika saya sharing dengan rekan saya yang luar biasa. Ya, saat itu rekan saya mengatakan sebuah kalimat “Lebih baik meminta maaf, daripada bilang permisi”. Sempat berpikir sejenak untuk menyelami apa maksud dari kalimat tersebut, namun ketika saya sudah memahami maksud dari kalimat tersebut membuat saya mengaggukan kepala dan tersenyum sendiri karena menyetujui pendapat tersebut.

Ya, ternyata makna dari kalimat tersebut sangat dalam. Berawal dari pengalaman rekan saya tersebut saat memulai bisnisnya. Ketika itu rekan saya memulai bisnis propertinya hanya dengan modal Nekat. Tapi luar biasanya beliau melakukannya dengan semangat dan dengan prinsipnya “Lebih baik meminta maaf, daripada bilang permisi” yang membuatnya  mau memulai bisnis tanpa harus menganalisis dulu mengenai kerugian dan resiko yang akhirnya kebanyakan orang akhirnya tidak berani memulai bisnisnya atau menundanya karena kelamaan mikir. Prinsip rekan saya simple, yaitu mulai saja dulu bisnisnya, gak perlu bilang permisi dulu atau pusing masalah perizinan yang bertele-tele, sehingga akhirnya banyak orang yang tidak mau memulai bisnis. Nanti kalau di tengah jalan ternyata ada kesalahan barulah kita meminta maaf dan memperbaiki caranya. Karena yang terpenting dalam bisnis ternyata adalah memulainya. Ya,  memulainya.

 

Teringat pengalaman saya sendiri ketika pertama kali belajar berbisnis. Yaitu pertama kali saya memulai bisnis dengan membuat sebuah cafe dan rumah makan. Padahal saat itu saya sama sekali belum tau bagaimana caranya menjalani bisnis rumah makan. Namun saya nekat saja untuk memulainya bersama teman saya membuat sebuah bisnis rumah makan. Padahal saat itu banyak teman saya yang lain memberikan nasehat dan masukan untuk saya berpikir ulang memulai bisnis tersebut karena masalah resiko, kerugian,dll. Dan ternyata saya tetap nekat untuk memulai bisnis rumah makan tersebut.

Akhirnya setelah kurang lebih 7 bulan saya membuka usaha rumah makan tersebut dengan sangat terpaksa saya menutup usaha tersebut karena bangkrut. Dan tentu saja yang pertama kali mengomeli saya adalah teman saya yang menasehati saya tersebut agar tidak memulai bisnis. Teman saya bilang “Tuh kan Ri, saya bilang juga apa, kalau ingin memulai bisnis kita harus pikir-pikir dulu.” Sempat saat itu saya merasa apa yang dikatakan teman saya benar. Namun ada satu hal yang saya dapatkan dari pengalaman menjalankan bisnis tersebut, ya saya mendapatkan pembelajaran dari pengalaman tersebut hal-hal apa saja yang harus saya lakukan dan hal apa saja yang tidak boleh saya lakukan dalam menjalankan bisnis. Dan pengalaman itu yang tidak akan pernah teman saya dapatkan. Bahkan sampai saat ini sudah hampir 2 tahun lebih waktu berlalu, teman saya yang menasehati dan menggurui saya bagaimana memulai bisnis dengan benar tersebut, tidak pernah memulai bisnisnya sendiri karena terlalu banyak mikir dan tidak pernah Action. Akhirnya saya ambil satu pelajaran penting dalam memulai bisnis, yaitu Gak usah banyak mikir yang terpenting adalah banyak Action.

Hal yang sama pun berlaku ketika saya memulai bisnis saya yang berikutnya yaitu membangun lembaga pelatihan. Dimana pada awalnya memulai bisnis tersebut saya bersama sahabat saya, kami memulainya hanya bermodal dengkul dan kenekatan.  Pada awal mulanya bisnis kami adalah Training Event Organizer, yaitu kami membuat event-event pelatihan dan seminar. Disana saya dan sahabat saya tersebut merekrut beberapa teman untuk bersama-sama membangun bisnis EO pelatihan tersebut. Seiring berjalannya waktu dan kami sering mengadakan berbagai acara seminar dan pelatihan, tapi kenapa belum ada perubahan finansial yang berarti, bahkan lebih sering ruginya daripada untungnya. Sampai akhirnya, satu persatu teman-teman saya yang lain memutuskan untuk mundur dan berhenti dari bisnis EO tersebut. Hanya tinggal saya dan sahabat saya tersebut yang masih tetap optimis bahwa bisnis kami ini suatu saat akan besar dan tentunya untung besar juga. Dari sana kami mengambil banyak pelajaran dari kesalahan-kesalahan di masa lalu. Karna prinsip kami berdua saat itu adalah “Kalau ingin bisa berenang, maka harus nyebur dulu ke air, baru setelah nyebur bisa belajar berenang.” Inti dari prinsip itu hampir sama dengan prinsip yang pertama, yaitu yang penting Nyebur dulu baru mikir bagaimana caranya berenang atau Mulai dulu baru berfikir.

Akhirnya setelah kami berpikir dan belajar dari kesalahan di masa lalu, kami kembali merekrut orang-orang baru yang sekiranya kompeten dan memiliki satu visi dengan kami. Dan dari sana proses pembelajaran terus berlangsung. Banyak masalah yang timbul, mulai dari rekan kerja yang tidak sevisi, hingga akhirnya terjadi pergantian manajemen. Namun semuanya berproses, setelah banyak terjadi proses pergantian manajemen, akhirnya kami berdua menemukan sahabat-sahabat baru yang sevisi dan bisa saling menguatkan. Setelah itu kami merubah citra perusahaan dari yang tadinya hanya Event Organizer menjadi sebuah perusahaan Lembaga Pelatihan. Sampai akhirnya kamipun bersama-sama dalam proses untuk mengembangkan perusahaan ini menjadi jauh lebih besar dan jauh lebih berkembang. Bahkan tidak terasa sudah 2 tahun perusahaan yang kami dirikan ini berdiri, dan berkembang menjadi semakin besar serta semakin melebarkan sayap ke daerah-daerah dan kota-kota lain di Indonesia.

Ternyata pelajaran kedua yang bisa saya ambil dalam menjalani bisnis adalah Bersabar dan setialah kepada prosesnya, karena dari kesetiaan dan kesabaran akan proses tersebutlah yang akan menjadikan diri kita menjadi semakin besar dan matang. Dan pelajaran ketiga yang bisa saya ambil dari pengalaman tersebut adalah Hadapi, Hayati,  Nikmati dan Syukuri saja prosesnya. Karena hal apapun akan terasa menjadi lebih menyenangkan ketika kita menikmati dan mensyukuri segala prosesnya.

 

Nah teman-teman, cerita diatas adalah pengalaman saya bagaimana memulai bisnis, Anda boleh setuju atau tidak dengan cara saya tersebut. Tapi yang pasti saya berani menceritakan hal ini karena saya sudah mengalaminya sendiri, dan tentunya cerita tersebut bermaksud untuk membuat teman-teman segera memulai bisnis atau hal apapun yang teman-teman impikan tanpa memperbanyak alasan untuk menundanya. Semoga tulisan ini bisa mengispirasi bagi Anda yang sampai saat ini masih mikir-mikir untuk mulai bisnis untuk segera Take Action. Dan bagi Anda yang mengkritisi kenapa judul tulisan ini gak nyambung dengan isinya, itu karena saya main tulis saja baru saya mikir apa isinya, kalaupun gak nyambung yah terserah saya dong, tulisan – tulisan saya, jadi terserah saya mau nulis judulnya apa… hehe.. Maksa.com ^_^

Selamat Memulai!!!

Ari Mind Inspirator

Master Trainer De’Miracle 37

FAILED IS MY RIGHT

Salam Keajaiban!!!

Teman-teman, apakah kamu pernah memiliki sebuah pengalaman yang tidak akan pernah dan tidak akan bisa dilupakan dalam hidupmu? Ya, saya yakin teman-teman semua pernah mengalami suatu pengalaman dimana pernah merasakan perasaan sangat bahagia, gembira, sedih, bingung, dan perasaan lainnya yang bercampur aduk mengisi hidup kita selama ini. Ya, pengalaman – pengalaman yang mungkin tidak akan bisa kita lupa. Dimana pengalaman saat kita merasakan berbagai perasaan tersebutlah yang akhirnya membentuk pribadi kita menjadi seperti sekarang.

Masih ingat pengalaman saat pertama kali belajar naik sepeda? Ya, mungkin saat itu pengalaman kita bercampur aduk antara perasaan takut terjatuh, dan rasa penasaran untuk terus mencoba sampai bisa. Pada awalnya kita mencoba dari yang termudah, yaitu dengan menggunakan bantuan roda tambahan (alias sepeda roda empat), lalu setelah kita lancar menggunakan roda empat, kita melepas roda bantuan tersebut dengan hanya menggunakan roda dua. Setelah itu kita belajar melatih keseimbangan sepeda sambil dibantu dipegangi sepedanya oleh ayah kita, lalu dicoba untuk dilepas sendiri.  Mungkin dalam prosesnya saat kita belajar naik sepeda, kita terjatuh dan mengalami luka-luka, berkeringat dan kotor. Pastinya juga saat kita terluka, rasanya sakit. Namun karena orang tua kita terus menyemangati, akhirnya kita mencoba lagi. Ketika terjatuh, kita bangun lagi. Terjatuh, bangun lagi dan begitu seterusnya sampai akhirnya tanpa kita sadari kita sudah lancar menaiki sepeda tersebut.

Kejadian yang sama bahkan sudah pernah kita alami saat pertama kali belajar berjalan. Teman-teman masih ingat saat pertama kali belajar berjalan? Wah, kalau sudah lupa coba saja lihat adik kita yang masih balita, atau anak tetangga atau anak saudara kita yang sedang belajar berjalan, atau anak kita sendiri kalau yang sudah punya anak. Ketika anak kecil pertama kali belajar berjalan, mereka berusaha susah payah menyeimbangkan tubuhnya untuk berdiri, dan kemudian dengan takut – takut mencoba untuk melangkah. Satu langkah, dua langkah dan akhirnya terjatuh. Saat terjatuh mungkin anak kecil tersebut menangis karena kesakitan, tapi apakah anak kecil tersebut kapok untuk belajar berjalan lagi? Tidak. Anak kecil tersebut tidak pernah kapok untuk berjalan walau akhirnya terjatuh dan menangis. Tapi anak kecil tersebut tidak menyerah dan terus bangun lagi dan berjalan lagi sampai akhirnya bisa lancar berjalan, bahkan ketika sudah lancar berjalan, anak kecil tersebut belajar lagi untuk berlari. Wah luar biasa. Anak kecil saja sudah mengerti tentang arti pantang menyerah. Karena mungkin kalau anak kecil tersebut terjatuh dan menangis karena kesakitan, kemudian dia memutuskan tidak mau mencoba berjalan lagi, mungkin anak kecil tersebut tidak akan pernah bisa berjalan seterusnya. Bayangkan kalau kita dulu memutuskan untuk menyerah belajar berjalan, mungkin sampai saat ini kita tidak akan pernah bisa berjalan.

Nah, teman-teman banyak pelajaran yang bisa kita petik dari pengalaman kita saat pertama kali belajar berjalan atau bersepeda. Ya, sebenarnya pelajaran tersebut dapat kita terapkan dalam kehidupan ini. Ketika kita memutuskan untuk memulai langkah kita untuk mencapai impian kita, pastinya banyak halangan, rintangan dan cobaan untuk mencapainya. Mungkin halangan tersebut begitu berat sehingga membuat kita terjatuh, namun ketika kita berusaha bangkit dan melangkah kembali, namun kemudian jatuh, kita bangkit lagi, maka kita akan mencapai impian kita. Ya, karena orang yang gagal adalah orang yang memutuskan untuk berhenti, tanpa dia sadari kesuksesan hanya tinggal satu langkah lagi. Sedangkan orang yang sukses bukanlah orang yang tidak pernah gagal, justru orang yang sukses adalah orang yang sering mengalami kegagalan, namun dia memutuskan untuk bangkit kembali dari kegagalannya dan memulai kembali langkahnya hingga akhirnya kesuksesan diraihnya.

Teman-teman, jangan pernah takut dan trauma terhadap kegagalan. Tetapi jadikanlah kegagalan menjadi guru terbaikmu. Karena daripada hanya berdiam diri, lebih baik melangkah walaupun harus terpeleset dan terjatuh, akan tetapi banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari rasa sakit akibat terjatuh tersebut. Karena rasa sakit itulah yang membuat mental kita terbentuk menjadi mental seorang pemenang. Dan orang yang berani bangkit dan belajar dari kegagalanlah seorang pemenang sejati.

CARI SEBANYAK-BANYAKNYA KEGAGALAN, MAKA KAU AKAN MENEMUKAN KEBERHASILAN DIBALIKNYA.

Selamat mencari kegagalan!!!

 

 

 

Jatinangor,20/10/10

Ari Hadipurnama

Trainer Mind Inspirator De’Miracle 37

Salam Keajaiban!!!

“ Tuhan tidak selalu memberikan apa yang kita inginkan, akan tetapi Tuhan selalu memberikan apa yang kita butuhkan.”

Sahabatku yang baik, sebagai manusia terkadang kita selalu banyak meminta kepada Tuhan, baik itu melalui harapan maupun dari doa kita. Akan tetapi tentu tidak semua doa dan permintaan kita akan selalu dikabulkan. Namun bagi orang yang beriman dan bersabar, tentu tidak akan pernah patah semangat walaupun mungkin keinginannya belum terkabulkan, akan tetapi mencoba untuk terus berikhtiar.

Namun, banyak juga manusia yang justru marah dan ingkar kepada Tuhan karena doa dan keinginannya tidak terkabulkan. Dan dengan seenaknya saja menyalahkan Tuhan atas apa yang menimpa pada dirinya, tanpa mau berkaca lagi apakah memang dirinya sudah “Melayakkan Diri” untuk mendapatkan apa yang dimintanya.

Namun tentu dibalik semua itu ada sebuah hikmah yang bisa kita ambil pelajaran. Seperti sebuah kisah spiritual yang dialami oleh Frank Slazak. Semoga kita bisa mengambil hikmah dan inspirasi dari kisah nyata yang dialami oleh Frank Slazak berikut ini.

***

Semua dimulai dari impianku. Aku ingin menjadi astronot. Aku ingin terbang ke luar angkasa. Tetapi aku tidak memiliki sesuatu yang tepat. Aku tidak memiliki gelar. Dan aku bukan seorang pilot. Namun, sesuatu pun terjadilah. Gedung putih mengumumkan mencari warga biasa untuk ikut dalam penerbangan 51-L pesawat ulang-alik Challanger. Dan warga itu adalah seorang guru. Aku warga biasa, dan aku seorang guru. Hari itu juga aku mengirimkan surat lamaran ke Washington. Setiap hari aku berlari ke kotak pos.

Akhirnya datanglah amplop resmi berlogo NASA. Doaku terkabulkan! Aku lolos penyisihan pertama. Ini benar-benar terjadi padaku. Selama beberapa minggu berikutnya, perwujudan impianku semakin dekat saat NASA mengadakan test fisik dan mental. Begitu test selesai, aku menunggu dan berdoa lagi. Aku tahu aku semakin dekat pada impianku. Beberapa waktu kemudian, aku menerima panggilan untuk mengikuti program latihan astronot khusus di Kennedy Space Center.

Dari 43.000 pelamar, kemudian 10.000 orang, dan kini aku menjadi bagian dari 100 orang yang berkumpul untuk penilaian akhir. Ada simulator, uji klaustrofobi, latihan ketangkasan, percobaan mabuk udara. Siapakah di antara kami yang bisa melewati ujian akhir ini?

Tuhan, biarlah diriku yang terpilih, begitu aku berdoa. Lalu tibalah berita yang menghancurkan itu. NASA memilih Christina McAufliffe. Aku kalah. Impian hidupku hancur.Aku mengalami depresi. Rasa percaya diriku lenyap, dan amarah menggantikankebahagiaanku. Aku mempertanyakan semuanya. Kenapa Tuhan? Kenapa bukan aku? Bagian diriku yang mana yang kurang? Mengapa aku diperlakukan kejam?Aku berpaling pada ayahku. Katanya, “Semua terjadi karena suatu alasan.”

Selasa, 28 Januari 1986, aku berkumpul bersama teman-teman untuk melihat peluncuran Challanger. Saat pesawat itu melewati menara landasan pacu, aku menantang impianku untuk terakhir kali. Tuhan, aku bersedia melakukan apa saja agar berada di dalam pesawat itu. Kenapa bukan aku?

Tujuh puluh tiga detik kemudian, Tuhan menjawab semua pertanyaanku dan menghapus semua keraguanku saat Challanger meledak, dan menewaskan semua penumpang. Aku teringat kata-kata ayahku, “Semua terjadi karena suatu alasan.” Aku tidak terpilih dalam penerbangan itu, walaupun aku sangat menginginkannya karena Tuhan memiliki alasan lain untuk kehadiranku di bumi ini. Aku memiliki misi lain dalam hidup. Aku tidak kalah; aku seorang pemenang. Aku menang karena aku telah kalah. Aku, Frank Slazak, masih hidup untuk bersyukur pada Tuhan karena tidak semua doaku dikabulkan.

***

Sahabatku yang baik, bukan berarti keinginan kita tidak dikabulkan oleh Tuhan dikarenakan Tuhan tidak menyayangi kita. Mungkin Tuhan masih menunggu agar diri kita berusaha untuk “Melayakkan diri” untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Atau Tuhan tidak mengabulkan keinginan kita, karena Tuhan tahu apa yang kita minta, bukanlah yang terbaik untuk diri kita.

Ya, karena Tuhan Maha Mengetahui yang terbaik untuk hamba-Nya. Karena yang baik menurut kita, belum tentu itu yang terbaik di mata Tuhan. Oleh karena itu sahabat, mari kita belajar untuk selalu bersyukur atas apapun yang diberikan oleh Tuhan kepada kita. Karena Tuhan sedang menyiapkan yang terbaik untuk diri kita.

Mari Bersyukur!!!

Jatinangor 21/08/2010

Hati Yang Sempurna

Salam Keajaiban!!!

Teman-teman yang baik, ada sebuah kisah yang sangat inspiratif mengenai kasih sayang, kepedulian dan arti berbagi. Semoga kisah ini dapat memberikan secercah inspirasi dan membuka mata hati kita yang mungkin selama ini tertutup.

Pada suatu hari, seorang pemuda berdiri di tengah kota dan menyatakan bahwa dialah pemilik hati yang terindah di kota itu. Banyak orang kemudian berkumpul dan mereka semua mengagumi hati pemuda itu, karena memangbenar-benar sempurna. Tidak ada satu cacat atau goresan sedikitpun dihati pemuda itu. Pemuda itu sangat bangga dan mulai menyombongkan hatinya yang indah.

Tiba-tiba, seorang lelaki tua menyeruak dari kerumunan, tampil ke depan dan berkata “Mengapa hatimu masih belum seindah hatiku ?”.Kerumunan orang-orang dan pemuda itu melihat pada hati pak tua itu. Hati pak tua itu berdegup dengan kuatnya, namun penuh dengan bekas luka, dimana ada bekas potongan hati yang diambil dan ada potongan yang lain ditempatkan di situ; namun tidak benar-benar pas dan ada sisi-sisi potongan yang tidak rata. Bahkan, ada bagian-bagian yang berlubang karena dicungkil dan tidak ditutup kembali. Orang-orang itu tercengang dan berpikir, bagaimana mungkin pak tua itu mengatakan bahwa hatinya lebih indah ?

Pemuda itu melihat kepada pak tua itu, memperhatikan hati yang dimilikinya dan tertawa “Anda pasti bercanda, pak tua”, katanya. “Bandingkan hatimu dengan hatiku, hatiku sangatlah sempurna sedangkan hatimu tak lebih dari kumpulan bekas luka dan cabikan”.

“Ya”, kata pak tua itu,” Hatimu kelihatan sangat sempurna meski demikian aku tak akan menukar hatiku dengan hatimu. Lihatlah, setiap bekas luka ini adalah tanda dari orang-orang yang kepadanya kuberikan kasihku, aku menyobek sebagian dari hatiku untuk kuberikan kepada mereka, dan seringkali mereka juga memberikan sesobek hati mereka untuk menutup kembali sobekan yang kuberikan.

Namun karena setiap sobekan itu tidaklah sama, ada bagian-bagian yang kasar, yang sangat aku hargai, karena itu mengingatkanku akan cinta kasih yang telah bersama-sama kami bagikan. Adakalanya, aku memberikan potongan hatiku begitu saja dan orang yang kuberi itu tidak membalas dengan memberikan potongan hatinya. Hal itulah yang meninggalkan lubang-lubang sobekan memberikan cinta kasih adalah suatu kesempatan. Meskipun bekas cabikan itu menyakitkan, mereka tetap terbuka, hal itu mengingatkanku akan cinta kasihku pada orang-orang itu, dan aku berharap, suatu ketika nanti mereka akan kembali dan mengisi lubang lubang itu. Sekarang, tahukah engkau keindahan hati yang sesungguhnya itu?”

Pemuda itu berdiri membisu dan airmata mulai mengalir di pipinya. Dia berjalan ke arah pak tua itu, menggapai hatinya yang begitu muda dan indah, lalu merobeknya sepotong. Pemuda itu memberikan robekan hatinya kepada pak tua dengan tangan-tangan yang gemetar. Pak tua itu menerima pemberian itu, menaruhnya di hatinya dan kemudian mengambil sesobek dari hatinya yang sudah amat tua dan penuh luka, kemudian menempatkannya untuk menutup luka di hati pemuda itu. Sobekan itu pas, tetapi tidak sempurna, karena ada sisi-sisi yang tidak sama rata. Pemuda itu melihat ke dalam hatinya, yang tidak lagi sempurna tetapi kini lebih indah dari sebelumnya, karena cinta kasih dari pak tua itu telah mengalir ke dalamnya. Mereka berdua kemudian berpelukan dan berjalan beriringan.

Teman-teman, seringkali kita merasa bahwa diri kita hebat dan merasa sempurna. Kadangkala kita merasa diri kita menjadi orang yang memiliki hati yang baik dan sempurna, namun justru kesempurnaan yang kita miliki membuat hati orang lain terluka. Dan sangat jarang kita mau berbagi hati ini untuk menutupi luka orang lain yang kita buat terluka, karena kita terlalu khawatir kesempurnaan itu akan hilang atau berkurang karena kita memberikannya kepada orang lain. Namun pada hakikatnya, kesempurnaan hati seseorang bukanlah dilihat dari seberapa rapat dia mengunci dan menyembunyikan hatinya, akan tetapi seberapa banyak dia memberikan hati itu kepada orang lain, dimana hati yang diberikan kepada orang lain dapat melengkapi dan menutupi luka.

Ya, maka bukalah hatimu, dan berikanlah hati itu kepada orang lain, agar orang lain dapat merasakan betapa indahnya hatimu, dan biarkanlah orang lain memberikan hatinya kepadamu untuk menutupi lukanya. Karena dengan saling melengkapi itulah hakikatnya sebuah kesempurnaan.

Selamat berbagi dengan sepenuh hati!!!

Bekasi /12/08/2010

CINTA TIDAK BUTUH ALASAN

Salam Keajaiban!!!

Teman-teman yang baik, ada sebuah kisah menarik mengenai cinta dan mengenai ketulusan dari cinta itu sendiri.. Semoga kita dapat mengambil inspirasi dan hikmah dari cerita ini…

Terdapatlah sepasang kekasih yang sedang asyik bercengkerama dan berbincang. Dan terjadilah sebuah percakapan diantara mereka berdua.

Wanita : Mengapa kamu menyukai saya?

Pria: Saya tidak dapat menjelaskan alasannya. Tetapi saya sungguh menyukai engkau

Wanita : Kamu bahkan tidak dapat memberikan alasan kepada saya. Bagaimana kamu dapat berkata menyukai saya? Bagaimana kamu dapat berkata kamu mencintai saya?

Pria: Saya sungguh tidak tahu alasannya, tetapi saya dapat membuktikan bahwa saya mencintai kamu.

Wanita : Bukti? Tidak! Saya mau kamu menjelaskan alasannya. Kekasih kawan saya dapat berkata kepada kawan saya bahwa dia mencintai kawan saya, tetapi kamu tidak dapat!

Pria : Baiklah, kalau kamu memaksa untuk meminta alasan mengapa aku mencintaimu…

Hmm karena kamu cantik,

karena suaramu enak didengar,

karena kamu penuh perhatian,

karena kamu mengasihi,

karena kamu bijaksana,

karena senyummu,

karena setiap gerakanmu….

Sayangnya, beberapa hari kemudian,

sang wanita mengalami kecelakaan dan mengalami koma.

Sang pria kemudian menaruh surat di sisinya, dan isinya sebagai berikut:

Kekasihku,

Karena suaramu yang merdu saya mencintaimu.

Sekarang dapatkah kamu berbicara?

Tidak!

Oleh karena itu saya tak dapat mencintaimu.

Karena kamu penuh perhatian dan peduli

maka saya menyukaimu.

Sekarang kamu tidak dapat menunjukkannya,

oleh karena itu saya tak dapat mencintaimu

Karena senyummu, karena setiap gerakanmu

maka saya mencintaimu

Sekarang dapatkah kamu tersenyum?

Dapatkah kamu bergerak?

Tidak!

Karena itu saya tak dapat mencintaimu..

Jika cinta memerlukan alasan,

seperti sekarang,

maka tidak ada alasan lagi bagi saya untuk mencintai engkau lagi.

Apakah cinta memerlukan alasan?

TIDAK!

Oleh karena itu, saya masih tetap mencintaimu

dan cinta tidak memerlukan alasan….

Ketika mencintai seseorang

jangan pernah menyesal dengan apa yang pernah kamu lakukan

menyesallah terhadap apa yang tidak pernah kamu tidak lakukan.

Jika Tuhan membawa engkau kepada cinta..

Dia akan memampukan engkau untuk bisa mengatasinya.

Lakukanlah yang terbaik untuk orang yang kau cintai tanpa perlu mencari alasan karena apa engkau mencintainya…
Karena cinta tidak memerlukan alasan…

Selamat mencintai dan dicintai!!!

Bekasi / 30 Juli 2010…

Salam Keajaiban!!!

Teman-teman yang baik, ada sebuah kisah yang sangat menginspirasi saya mengenai kekuatan dari sebuah doa. Saya menjadi merenung ketika mendengar kisah ini. Apakah ketika maut sudah menjemput diri ini, dan hanya doa yang dapat menyelamatkan diri ini dari azab dan siksa Tuhan. Pertanyaannya adalah ketika kita sangat membutuhkan doa dari orang lain, apakah ada yang mendoakan kita??? Semoga kisah ini dapat menginspirasi kita semua.

Seorang pengusaha sukses jatuh di kamar mandi dan akhirnya stroke, Sudah 7 malam dirawat di RS di ruang ICU. Disaat orang-orang terlelap dalam mimpi malam, dalam dunia Roh seorang Malaikat menghampiri si pengusaha yang terbaring tak berdaya.

Malaikat memulai pembicaraan, “kalau dalam waktu 24 jam ada 50 orang berdoa buat kesembuhanmu, maka kau akan hidup dan sebaliknya jika dalam 24 jam jumlah yang aku tetapkan belum terpenuhi, itu artinya kau akan meninggal dunia!

“Kalau hanya mencari 50 orang, itu mah gampang .. . ” kata si pengusaha ini dengan yakinnya. Setelah itu Malaikat pun pergi dan berjanji akan datang 1 jam sebelum batas waktu yang sudah disepakati.

Tepat pukul 23:00, Malaikat kembali merngunjunginya; dengan antusiasnya si pengusaha bertanya, “apakah besok pagi aku sudah pulih? Pastilah banyak yang berdoa buat aku, jumlah karyawan yang aku punya lebih dari 2000 orang, jadi kalau hanya mencari 50 orang yang berdoa pasti bukan persoalan yang sulit”.

Dengan lembut si Malaikat berkata, “anakku, aku sudah berkeliling mencari suara hati yang berdoa buatmu tapi sampai saat ini baru 3 orang yang berdoa buatmu, sementara waktu mu tinggal 60 menit lagi, rasanya mustahil kalau dalam waktu dekat ini ada 50 orang yang berdoa buat kesembuhanmu”.

Tanpa menunggu reaksi dari si pengusaha, si Malaikat menunjukkan layar besar berupa TV siapa 3 orang yang berdoa buat kesembuhannya. Di layar itu terlihat wajah duka dari sang istri, di sebelahnya ada 2 orang anak kecil, putra putrinya yang berdoa dengan khusuk dan tampak ada tetesan air mata di pipi mereka”.

Kata Malaikat, “aku akan memberitahukanmu, kenapa Tuhan rindu memberikanmu kesempatan kedua? itu karena doa istrimu yang tidak putus-putus berharap akan kesembuhanmu”

Kembali terlihat dimana si istri sedang berdoa jam 2:00 subuh, ” Tuhan, aku tau kalau selama hidupnya suamiku bukanlah suami atau ayah yang baik! Aku tau dia sudah mengkhianati pernikahan kami, aku tau dia tidak jujur dalam bisnisnya, dan kalaupun dia memberikan sumbangan, itu hanya untuk popularitas saja untuk menutupi perbuatannya yang tidak benar dihadapanMu, tapi Tuhan, tolong pandang anak-anak yang telah Engkau titipkan pada kami, mereka masih membutuhkan seorang ayah dan hamba tidak mampu membesarkan mereka seorang diri.” dan setelah itu istrinya berhenti berkata-kata tapi air matanya semakin deras mengalir di pipinya yang kelihatan tirus karena kurang istirahat”.

Melihat peristiwa itu, tampa terasa, air mata mengalir di pipi Pengusaha ini. Timbul penyesalan bahwa selama ini dia bukanlah suami yang baik Dan ayah yang menjadi contoh bagi anak-anaknya, dan malam ini dia baru menyadari betapa besar cinta istri dan anak-anak padanya.

Waktu terus bergulir, waktu yang dia miliki hanya 10 menit lagi, Melihat waktu yang makin sempit semakin menangislah si pengusaha ini, Penyesalan yang luar biasa tapi waktunya sudah terlambat ! tidak mungkin dalam waktu 10 menit ada yang berdoa 47 orang !

Dengan setengah bergumam dia bertanya, “apakah diantara karyawanku, kerabatku, teman bisnisku, teman organisasiku tidak ada yang berdoa buatku?”

Jawab si Malaikat, ” ada beberapa yang berdoa buatmu tapi mereka tidak tulus, bahkan ada yang mensyukuri penyakit yang kau derita saat ini, itu semua karena selama ini kamu arogan, egois dan bukanlah atasan yang baik, bahkan kau tega memecat karyawan yang tidak bersalah”.

Si pengusaha tertunduk lemah, dan pasrah kalau malam ini adalah malam yang terakhir buat dia, tapi dia minta waktu sesaat untuk melihat anak dan si istri yang setia menjaganya sepanjang malam. Air matanya tambah deras, ketika melihat anaknya yang sulung tertidur dikursi rumah sakit dan si istri yang kelihatan lelah juga tertidur di kursi sambil memangku si bungsu.

Ketika waktu menunjukkan pukul 24:00, tiba-tiba si Malaikat berkata, “anakku, Tuhan melihat air matamu dan penyesalanmu ! ! kau tidak jadi meninggal, karena ada 47 orang yang berdoa buatmu tepat jam 24:00”. Dengan terheran-heran dan tidak percaya,si pengusaha bertanya siapakah

yang 47 orang itu. Sambil tersenyum si Malaikat menunjukkan suatu tempat yang pernah dia kunjungi bulan lalu.

Bukankah itu Panti Asuhan ? kata si pengusaha pelan. Benar anakku, kau pernah memberi bantuan bagi mereka beberapa bulan yang lalu, walau aku tau tujuanmu saat itu hanya untuk mencari popularitas saja dan untuk menarik perhatian pemerintah dan investor luar negeri.

Tadi pagi, salah seorang anak panti asuhan tersebut membaca di koran kalau seorang pengusaha terkena stroke dan sudah 7 hari di ICU, setelah melihat gambar di koran dan yakin kalau pria yang sedang koma adalah kamu, pria yang pernah menolong mereka dan akhirnya anak-anak panti asuhan sepakat berdoa buat kesembuhanmu.

Doa sangat besar kuasanya, tak jarang kita malas, tidak punya waktu, tidak terbeban untuk berdoa bagi orang lain.

Ketika kita mengingat seorang sahabat lama / keluarga, kita pikir itu hanya kebetulan saja padahal seharusnya kita berdoa bagi dia, mungkin saja pada saat kita mengingatnya dia dalam keadaan butuh dukungan doa dari orang-orang yang mengasihi dia.

Disaat kita berdoa bagi orang lain, kita akan mendapatkan kekuatan Baru dan kita bisa melihat kemuliaan Tuhan dari peristiwa yang terjadi.

Hindarilah perbuatan menyakiti orang lain…

sebaliknya perbanyaklah berdoa buat orang lain.

Hidup ini sungguh sangat singkat sekali ..

Jadikan lebih bermakna dan indah dengan segala amal kebaikan kita..

Selamat Mendoakan orang lain!!!

MALAIKAT JUGA SIBUK

Salam Keajaiban!!!

Apa kabar teman-teman semua?? Pastinya saya yakin kalian semua dalam keadaan sehat dan dahsyat..

Dalam Notes kali ini, saya akan membagikan sebuah cerita yang saya dapatkan dari seorang teman saat saya mengisi Training di Puncak. Ceritanya sederhana, namun ternyata sangat penuh makna di dalamnya. Semoga cerita ini dapat memberikan inspirasi bagi kita semua.

Pada suatu hari di suatu tempat di langit Ke Tujuh, terdapatlah tiga buah gedung perkantoran,  dimana yang bekerja dalam kantor tersebut adalah ribuan malaikat.

Suasana di gedung pertama, terlihat suasana kantor sangat sibuk, dimana ribuan malaikat terlihat hilir mudik dan sangat sibuk dengan pekerjaannya. Ternyata gedung kantor itu adalah tempat para malaikat bekerja mencatat semua permintaan manusia yang ada di dunia. Di dalam kantor itu terlihat ribuan malaikat yang sangat sibuk untuk mencatat semua permintaan dan doa dari manusia, kemudian para malaikat itu pergi untuk menemui Tuhan dan memberikan laporan dari doa-doa dan permintaan setiap manusia yang ada di dunia.

Suasana yang sama terlihat pula di gedung kantor kedua, dimana terlihat ribuan para malaikat  hilir mudik dan sangat sibuk dengan pekerjaannya. Ternyata di gedung kantor kedua tersebut adalah tempat para malaikat mencatat dan menerima hasil dari Tuhan, doa dan permintaan mana saja yang dikabulkan dan yang tidak dikabulkan.

Namun suasana yang kontras terlihat di gedung kantor ketiga, dimana suasananya begitu hening dan sepi, dimana hanya terlihat beberapa malaikat saja yang bekerja di dalam kantor tersebut. Ternyata gedung ketiga tersebut adalah tempat dimana para malaikat bertugas mencatat setiap manusia yang bersyukur atas nikmat yang telah diberikan Tuhan-Nya dan bersyukur atas doa dan permintaannya yang telah dikabulkan oleh Tuhan.

Cerita diatas mungkin hanyalah sebuah ilustrasi, namun cerita tersebut seperti menampar dan mengingatkan saya, ternyata hanya sedikit saja manusia yang bersyukur atas segala nikmat yang sudah diberikan oleh Allah. Kebanyakan manusia hanya banyak meminta dan menuntut, akan tetapi setelah mendapatkan apa yang diinginkannya, mereka lupa untuk bersyukur kepada Allah. Padahal Allah sudah berjanji dalam Firman-Nya bahwa : Jika engkau bersyukur kepada-Ku, maka akan aku tambahkan Nikmat-Ku, namun apabila engkau kufur atas Nikmat-Ku, maka sesungguhnya Azab-Ku sangat pedih.

Betapa ironisnya mendengar cerita diatas, saat saya mendengar cerita tersebut dari teman saya, saya langsung bertanya kepada diri saya sendiri, “Apakah saya sudah termasuk menjadi hamba yang bersyukur?” atau justru sebaliknya saya adalah hamba yang kufur atas segala nikmat yang telah Allah berikan. Sungguh saat itu saya malu kepada diri sendiri, karena ternyata saya masih jarang bersyukur dan sering mengeluh kepada keadaan dan situasi yang menimpa saya. Dan saat itu saya berjanji kepada diri saya sendiri, bahwa saya harus menjadi hamba yang bersyukur atas apapun yang Allah berikan kepada saya.

Nah, bagaimana dengan kalian teman-teman? Sudahkah kalian menjadi hamba yang bersyukur? Kalau sudah, saya bersyukur memiliki teman yang pandai bersyukur. Namun apabila belum, mari kita sama-sama belajar untuk menjadi hamba yang pandai bersyukur!!

Mari Bersyukur!!!