Salam Keajaiban!!!

“ Tuhan tidak selalu memberikan apa yang kita inginkan, akan tetapi Tuhan selalu memberikan apa yang kita butuhkan.”

Sahabatku yang baik, sebagai manusia terkadang kita selalu banyak meminta kepada Tuhan, baik itu melalui harapan maupun dari doa kita. Akan tetapi tentu tidak semua doa dan permintaan kita akan selalu dikabulkan. Namun bagi orang yang beriman dan bersabar, tentu tidak akan pernah patah semangat walaupun mungkin keinginannya belum terkabulkan, akan tetapi mencoba untuk terus berikhtiar.

Namun, banyak juga manusia yang justru marah dan ingkar kepada Tuhan karena doa dan keinginannya tidak terkabulkan. Dan dengan seenaknya saja menyalahkan Tuhan atas apa yang menimpa pada dirinya, tanpa mau berkaca lagi apakah memang dirinya sudah “Melayakkan Diri” untuk mendapatkan apa yang dimintanya.

Namun tentu dibalik semua itu ada sebuah hikmah yang bisa kita ambil pelajaran. Seperti sebuah kisah spiritual yang dialami oleh Frank Slazak. Semoga kita bisa mengambil hikmah dan inspirasi dari kisah nyata yang dialami oleh Frank Slazak berikut ini.

***

Semua dimulai dari impianku. Aku ingin menjadi astronot. Aku ingin terbang ke luar angkasa. Tetapi aku tidak memiliki sesuatu yang tepat. Aku tidak memiliki gelar. Dan aku bukan seorang pilot. Namun, sesuatu pun terjadilah. Gedung putih mengumumkan mencari warga biasa untuk ikut dalam penerbangan 51-L pesawat ulang-alik Challanger. Dan warga itu adalah seorang guru. Aku warga biasa, dan aku seorang guru. Hari itu juga aku mengirimkan surat lamaran ke Washington. Setiap hari aku berlari ke kotak pos.

Akhirnya datanglah amplop resmi berlogo NASA. Doaku terkabulkan! Aku lolos penyisihan pertama. Ini benar-benar terjadi padaku. Selama beberapa minggu berikutnya, perwujudan impianku semakin dekat saat NASA mengadakan test fisik dan mental. Begitu test selesai, aku menunggu dan berdoa lagi. Aku tahu aku semakin dekat pada impianku. Beberapa waktu kemudian, aku menerima panggilan untuk mengikuti program latihan astronot khusus di Kennedy Space Center.

Dari 43.000 pelamar, kemudian 10.000 orang, dan kini aku menjadi bagian dari 100 orang yang berkumpul untuk penilaian akhir. Ada simulator, uji klaustrofobi, latihan ketangkasan, percobaan mabuk udara. Siapakah di antara kami yang bisa melewati ujian akhir ini?

Tuhan, biarlah diriku yang terpilih, begitu aku berdoa. Lalu tibalah berita yang menghancurkan itu. NASA memilih Christina McAufliffe. Aku kalah. Impian hidupku hancur.Aku mengalami depresi. Rasa percaya diriku lenyap, dan amarah menggantikankebahagiaanku. Aku mempertanyakan semuanya. Kenapa Tuhan? Kenapa bukan aku? Bagian diriku yang mana yang kurang? Mengapa aku diperlakukan kejam?Aku berpaling pada ayahku. Katanya, “Semua terjadi karena suatu alasan.”

Selasa, 28 Januari 1986, aku berkumpul bersama teman-teman untuk melihat peluncuran Challanger. Saat pesawat itu melewati menara landasan pacu, aku menantang impianku untuk terakhir kali. Tuhan, aku bersedia melakukan apa saja agar berada di dalam pesawat itu. Kenapa bukan aku?

Tujuh puluh tiga detik kemudian, Tuhan menjawab semua pertanyaanku dan menghapus semua keraguanku saat Challanger meledak, dan menewaskan semua penumpang. Aku teringat kata-kata ayahku, “Semua terjadi karena suatu alasan.” Aku tidak terpilih dalam penerbangan itu, walaupun aku sangat menginginkannya karena Tuhan memiliki alasan lain untuk kehadiranku di bumi ini. Aku memiliki misi lain dalam hidup. Aku tidak kalah; aku seorang pemenang. Aku menang karena aku telah kalah. Aku, Frank Slazak, masih hidup untuk bersyukur pada Tuhan karena tidak semua doaku dikabulkan.

***

Sahabatku yang baik, bukan berarti keinginan kita tidak dikabulkan oleh Tuhan dikarenakan Tuhan tidak menyayangi kita. Mungkin Tuhan masih menunggu agar diri kita berusaha untuk “Melayakkan diri” untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Atau Tuhan tidak mengabulkan keinginan kita, karena Tuhan tahu apa yang kita minta, bukanlah yang terbaik untuk diri kita.

Ya, karena Tuhan Maha Mengetahui yang terbaik untuk hamba-Nya. Karena yang baik menurut kita, belum tentu itu yang terbaik di mata Tuhan. Oleh karena itu sahabat, mari kita belajar untuk selalu bersyukur atas apapun yang diberikan oleh Tuhan kepada kita. Karena Tuhan sedang menyiapkan yang terbaik untuk diri kita.

Mari Bersyukur!!!

Jatinangor 21/08/2010

Iklan