Salam Keajaiban!!!

Apa kabar teman-teman semua?? Pastinya saya yakin kalian semua dalam keadaan sehat dan dahsyat..

Dalam Notes kali ini, saya akan membagikan sebuah cerita yang saya dapatkan dari seorang teman saat saya mengisi Training di Puncak. Ceritanya sederhana, namun ternyata sangat penuh makna di dalamnya. Semoga cerita ini dapat memberikan inspirasi bagi kita semua.

Pada suatu hari di suatu tempat di langit Ke Tujuh, terdapatlah tiga buah gedung perkantoran,  dimana yang bekerja dalam kantor tersebut adalah ribuan malaikat.

Suasana di gedung pertama, terlihat suasana kantor sangat sibuk, dimana ribuan malaikat terlihat hilir mudik dan sangat sibuk dengan pekerjaannya. Ternyata gedung kantor itu adalah tempat para malaikat bekerja mencatat semua permintaan manusia yang ada di dunia. Di dalam kantor itu terlihat ribuan malaikat yang sangat sibuk untuk mencatat semua permintaan dan doa dari manusia, kemudian para malaikat itu pergi untuk menemui Tuhan dan memberikan laporan dari doa-doa dan permintaan setiap manusia yang ada di dunia.

Suasana yang sama terlihat pula di gedung kantor kedua, dimana terlihat ribuan para malaikat  hilir mudik dan sangat sibuk dengan pekerjaannya. Ternyata di gedung kantor kedua tersebut adalah tempat para malaikat mencatat dan menerima hasil dari Tuhan, doa dan permintaan mana saja yang dikabulkan dan yang tidak dikabulkan.

Namun suasana yang kontras terlihat di gedung kantor ketiga, dimana suasananya begitu hening dan sepi, dimana hanya terlihat beberapa malaikat saja yang bekerja di dalam kantor tersebut. Ternyata gedung ketiga tersebut adalah tempat dimana para malaikat bertugas mencatat setiap manusia yang bersyukur atas nikmat yang telah diberikan Tuhan-Nya dan bersyukur atas doa dan permintaannya yang telah dikabulkan oleh Tuhan.

Cerita diatas mungkin hanyalah sebuah ilustrasi, namun cerita tersebut seperti menampar dan mengingatkan saya, ternyata hanya sedikit saja manusia yang bersyukur atas segala nikmat yang sudah diberikan oleh Allah. Kebanyakan manusia hanya banyak meminta dan menuntut, akan tetapi setelah mendapatkan apa yang diinginkannya, mereka lupa untuk bersyukur kepada Allah. Padahal Allah sudah berjanji dalam Firman-Nya bahwa : Jika engkau bersyukur kepada-Ku, maka akan aku tambahkan Nikmat-Ku, namun apabila engkau kufur atas Nikmat-Ku, maka sesungguhnya Azab-Ku sangat pedih.

Betapa ironisnya mendengar cerita diatas, saat saya mendengar cerita tersebut dari teman saya, saya langsung bertanya kepada diri saya sendiri, “Apakah saya sudah termasuk menjadi hamba yang bersyukur?” atau justru sebaliknya saya adalah hamba yang kufur atas segala nikmat yang telah Allah berikan. Sungguh saat itu saya malu kepada diri sendiri, karena ternyata saya masih jarang bersyukur dan sering mengeluh kepada keadaan dan situasi yang menimpa saya. Dan saat itu saya berjanji kepada diri saya sendiri, bahwa saya harus menjadi hamba yang bersyukur atas apapun yang Allah berikan kepada saya.

Nah, bagaimana dengan kalian teman-teman? Sudahkah kalian menjadi hamba yang bersyukur? Kalau sudah, saya bersyukur memiliki teman yang pandai bersyukur. Namun apabila belum, mari kita sama-sama belajar untuk menjadi hamba yang pandai bersyukur!!

Mari Bersyukur!!!

Iklan