Salam Keajaiban!!

Apa kabar teman-teman yang baik? Pastinya saya yakin anda sehat dan dalam kondisi terbaik dalam menjalani hidup yang luar biasa indah ini. Dalam notes kali ini izinkan saya membagikan sebuah cerita yang pernah saya baca. Cerita ini sangat menginspirasi saya dalam memilih dan menggunakan kata-kata yang saya ucapkan. Semoga cerita ini bisa menjadi inspirasi bagi kita semua.

Pada suatu hari, di sebuah kamar rumah sakit di sebuah kota kecil, terdapatlah dua orang pasien laki-laki yang sudah cukup berumur dan mereka mengalami sakit keras. Hari demi hari berlalu, setiap hari mereka saling bercakap-cakap dan bercengkerama selama berjam – jam. Mereka membicarakan banyak hal mengenai istri, keluarga, anak, hobi, pekerjaan, sampai tempat-tempat yang pernah mereka kunjungi. Lelaki pertama yang tempat tidurnya agak jauh dari jendela memiliki penyakit yang cukup parah, sehingga tidak memungkinkan dirinya untuk bangun dari posisi berbaring. Sedangkan lelaki kedua yang tempat tidurnya tepat disamping jendela, mengharuskan dirinya duduk selama satu jam di setiap sore untuk menjalani terapi pembersihan paru-parunya. Dan saat lelaki kedua tersebut menjalani terapi paru-parunya, lelaki tersebut selalu melihat keluar jendela, dan menceritakan apa yang dilihatnya kepada sahabatnya sang lelaki pertama.

“Di luar jendela, tampak sebuah danau yang dikelilingi dengan taman yang dihiasi oleh bunga-bunga yang berwarna-warni sangat indah. Terlihat angsa-angsa yang berenang di danau dengan sangat cantik, dan beberapa anak-anak yang sedang bermain dan berlarian di pinggir danau. Beberapa pasangan terlihat berjalan bergandengan di tengah taman yang dipenuhi bunga berwarnakan pelangi. Sebuah pohon tua besar menghiasi taman itu dan membuat taman itu terlihat sangat teduh. Jauh di atas sana terlihat langit yang berwarna merah jingga. Sungguh sebuah senja yang indah.”

Lelaki kedua tersebut menceritakan semua yang dilihatnya dengan sangat detail dan jelas. Sedangkan lelaki pertama berbaring memejamkan mata membayangkan semua pemandangan indah yang ada di luar jendela tersebut. Perasaannya menjadi lebih tenang dalam menghadapi hari-harinya di rumah sakit. Semangat hidupnya menjadi lebih kuat, dan rasa percaya dirinya menjadi bangkit.

Pada suatu sore yang lain, lelaki kedua menceritakan ada karnaval yang sedang melintasi taman tersebut, suasananya sangat ramai dan meriah. Dari anak kecil sampai orang tua ikut meramaikan acara karnaval tersebut dengan mengenakan bermacam-macam kostum yang lucu dan unik. Meskipun lelaki pertama tidak dapat melihat dan mendengar suara karnaval tersebut, namun ia dapat melihatnya dari pandangan mata sahabatnya yang menggambarkan semua itu dengan kata-kata yang indah.

Begitulah seterusnya, hari demi hari terlewati, sampai akhirnya satu minggu telah berlalu.

Suatu pagi, saat perawat membawakan sebaskom air hangat untuk mandi, perawat tersebut mendapatkan lelaki kedua yang tempat tidurnya dekat jendela telah meninggal dunia dengan tenang di dalam tidurnya. Perawat itu lalu memindahkan tubuh lelaki kedua tersebut ke ruang jenazah. Lelaki pertama yang mengetahui sahabatnya telah meninggal dunia pun menjadi sedih. Kemudian lelaki pertama itu meminta kepada perawat agar ia dapat dipindahkan ke tempat tidur dekat jendela itu. Perawat pun menuruti kemauannya dengan senang hati dan mempersiapkan segala sesuatunya. Setelah semuanya beres, perawat pun meninggalkan sang lelaki pertama sendirian di dalam kamarnya.

Dengan perlahan dan kesakitan, pria ini memaksakan dirinya untuk bangun dari posisi tidurnya. Ia ingin sekali melihat keindahan dunia luar yang menantinya melalui jendela itu. Betapa bahagia hatinya, akhirnya dia bisa melihat sendiri semua keindahan yang pernah diceritakan oleh sahabatnya. Dengan perasaan tegang dan penuh rasa penasaran, dia melongokkan kepalanya ke luar jendela di samping tempat tidurnya. Namun apa yang dilihatnya? Pria itu terlihat sangat kaget dan bingung dengan apa yang dilihatnya. Ya, ternyata dia hanya melihat sebuah TEMBOK KOSONG dibalik jendela itu.

Lelaki itu berseru memanggil perawat, dan menanyakan apa yang membuat sahabatnya yang sudah wafat bercerita seolah-olah melihat sebuah pemandangan yang sangat indah di balik jendela itu. Kemudian perawat pun menjelaskan, bahwa lelaki yang sudah wafat tersebut sesungguhnya adalah seseorang yang buta, yang bahkan tidak bisa melihat tembok sekalipun.

“Barangkali, ia ingin memberikanmu semangat hidup.” kata perawat itu.

***

Nah, sahabat-sahabat yang baik, dari cerita tersebut kita bisa mengambil sebuah pelajaran berharga bahwa setiap kata selalu bermakna bagi setiap orang yang mendengarnya. Saya percaya, dalam setiap kata memiliki kekuatan yang kuat, bahkan kekuatan sebuah kata dapat merubah sebuah kehidupan seseorang, bahkan merubah dunia.

Saya terinspirasi dengan kutipan kata dari Dale Carnegie yang mengatakan “Dengan kekuatan Anda, dengan mudah Anda dapat meningkatkan jumlah kebahagiaan di dunia sekarang. Bagaimana? Dengan memberikan kata-kata penghargaan yang tulus kepada seseorang yang kesepian atau sedang putus asa. Mungkin esok hari Anda lupa dengan kata – kata baik yang Anda ucapkan hari ini, tetapi si penerima akan mengingatnya seumur hidup.”

Saya percaya bahwa kata-kata yang santun, penuh motivasi, bernilai dukungan, akan memberikan kontribusi positif dalam kehidupan manusia. Kata-kata positif yang membangkitkan semangat, tutur kata yang membangun selalu menghadirkan sisi terbaik dalam kehidupan.

Maka, marilah kita memberikan kata-kata positif kepada dunia sekitar kita, maka lihatlah! Dunia akan memberikan keajaiban kepada kita.

Selamat memberikan perkataan positif kepada dunia anda!!!

Iklan